• Share :

Dali Tahir

"Akibat Kesalahan FIFA & Komite Normalisasi"

Senin, 30-04-2012 01:01 | Kategori: Bincang | Dibaca 3556 kali | Komentar : 0
"Akibat Kesalahan FIFA & Komite Normalisasi"  (sp+) "Akibat Kesalahan FIFA & Komite Normalisasi" (sp+)

KISRUH sepakbola Indonesia tak kunjung surut. Sebagai tokoh sepakbola sarat pengalaman, Dali Tahir menilai berlarutnya kisruh ini lantaran FIFA dan KN.

Sepak terjang Dali di ranah sepakbola tak perlu diragukan. Tak sekadar di Tanah Air, 38 tahun karier hidupnya dihabiskan mengurus sepakbola di jenjang PSSI, AFC, sampai FIFA.

Di FIFA, ia tercatat sebagai bagian dari Komite Etik FIFA. Di AFC, Dali adalah Komite Eksekutif (Exco) AFC peroiode 2002-2010. Bahkan, kini Dali tercatat sebagai ketua Birsbane Roar, juara A-League, Liga Profesional Australia.

Seluk beluk, jaringan, dan pemahaman soal PSSI, AFC, dan FIFA jadi barang pasti yang begitu dikuasai Dali. Karenanya, ia bukanlah sembarang sumber untuk diajak berbagi pendapat soal kisruh sepakbola Indonesia.

Bahkan, tidak salah juga jika suaranya jadi referensi untuk mengetahui sudut pandang dan pola kerja FIFA dan AFC dalam menentukan nasib sepakbola Indonesia yang tengah dibayang-bayangi sanksi FIFA.

Sportiplus.com pun mendapat kesempatan khusus berbincang dengan Ketua Tim Perumus Statuta PSSI ini. Berikut hasil obrolan dengannya:

Bagaimana pendapat Anda soal kondisi sepakbola Indonesia saat ini?
Mohamed bin Hammam, Presiden AFC yang tengah disanksi FIFA lantaran dugaan kasus suap pada tender penentuan tuan rumah Piala Dunia 2022, menilai sepakbola Indonesia sebagai 'sleeping giant'. Maklum, rata-rata jumlah penonton pada tiap pertandingan sepakbola Indonesia menduduki peringkat 5 besar di Asia setelah Iran, Jepang, Korea Selatan, dan China. Potensi itu pun mulai terlihat. Tengok betapa besar animo penonton di Piala AFF 2010.

Msyarakat Indonesia haus pada sesuatu yang bisa dibanggakan. Dan, sepakbola Indonesia saat itu sudah bisa membuat mereka bangga. Masyarakat Indonesia tak lagi segan memakai jersey timnas. Para pesepakbola Indonesia juga mulai jadi idola masyarakat.

Sayangnya, kondisi itu tidak dijaga, terlebih oleh pemerintah. Contoh negara-negara Timur Tengah. Dukungan yang begitu besar dari pemerintah membuat sepakbola mereka terbina baik.

Kondisi sepakbola di Indonesia diperparah dengan kepengurusan PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin. Mereka membawa dendam dalam kepengurusannya. Dendam terhadap kepengurusan sebelumnya. Dan, itu yang membuat sepakbola Indonesia jadi kacau.

Pendapat Anda tentang kepengurusan Djohar?
PSSI kini jadi organisasi yang diisi orang-orang pemarah, picik, dan pembohong. Saya tidak mengerti jalan pikiran mereka. Langkah mereka berseberangan dengan aturan dan Statuta PSSI. Jika tidak sepakat dengan aturan dan Statuta PSSI saat ini, silakan gelar kongres dan agendakan perubahan itu. Keputusan tertinggi itu ada di kongres.

Saya belum pernah melihat ada kepengurusan PSSI yang baru memimpin 9 bulan, tapi sudah membuat kerusakan yang begitu besar terhadap sepakbola Indonesia.

Anda menyebut Djohar dkk membawa dendam dalam kepengurusan PSSI yang dipimpinnya. Dendam apa yang Anda maksud?
Liga Primer Indonesia (LPI). Saat itu, LPI dinyatakan sebagai breakway league dalam kepenguruusan Nurdin 'NH' Halid. Begitu mereka terpilih, mereka langsung membawa LPI yang berganti nama jadi Indonesia Premier League (IPL) sebagai kompetisi profesional yang dianggap sah dan membalas perlakuan pengurus NH dengan menyatakan Indonesia Super League (ISL) sebagai breakway league.

Keputusan dan aturan soal kompetisi profesional ditetapkan PSSI dalam Kongres PSSI II di Bali pada 2011. Djohar tidak mengakui hasil kongres itu. Atas dasar itulah Djohar seenaknya mengubah format kompetisi profesional. Pendapat Anda?
Dari mana Djohar tahu, lha ia saja tidak ada dalam kongres itu. Harus diakui, hasil dari kongres itu memang tidak cepat didokumentasikan serta dilaporkan ke FIFA dan AFC. Keterlambatan itu adalah kesalahan Nugraha Besoes, Sekjen PSSI saat itu.

Kini, melihat kisruh yang tak kunjung surut dalam sepakbola Indonesia, siapa yang sepatutnya bertanggung jawab?
Pertama adalah FIFA. Salah mereka terjadi saat penunjukkan skuad Komite Normalisasi (KN). Skuad KN sebagai hasil rekomendasi Rita Subowo, Ketua KONI Pusat saat itu, dan Mennegpora Andi Mallarangeng.

Kenapa salah? Karena skuad itu lebih banyak dihuni orang-orang yang pro kepada LPI. Kompetisi LPI dihuni klub-klub yang tidak tercatat sebagai anggota PSSI, namun ingin diakui jadi bagian dari PSSI sebagai kontestan kompetisi profesional.

Kesalahan ke-2 ada pada KN. Ada 2 blunder yang dilakukan KN yang berdampak pada berlarutnya kisruh sepakbola Indonesia. Pertama, KN menggantung penyelesaian masalah LPI dan menyerahkan penyelesaian finalnya kepada kepengurusan yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 9 Juli 2011 di Solo. Situasi itu ditambah sikap kepengurusan PSSI yang terpilih dalam KLB 9 Juli 2011 di Solo yang tidak menjalankan amanat FIFA: rekonsiliasi.

Blunder KN yang ke-2, mereka tidak mengindahkan aturan sesuai Statuta PSSI soal pemilihan Exco PSSI dalam KLB 9 Juli 2011. Bayangkan, ada lebih dari 100 calon Exco PSSI dalam KLB itu.

Meski kisruh tak kunjung usai, FIFA dan AFC terus memberikan kesempatan bagi sepakbola Indonesia memperbaiki diri. Pendapat Anda?
FIFA sebenarnya sudah capek membahas sepakbola Indonesia yang terus dilanda masalah. Sanksi pun sudah jadi pilihan terakhir FIFA untuk memberikan pelajaran bagi sepakbola Indonesia.

Namun, AFC minta kesempatan untuk membantu menyelesaikan masalah sepakbola Indonesia. Mereka pun mengajukan diri untuk membentuk tim investigasi. Sebab, seperti yang saya katakan di awal, AFC menganggap sepakbola Indonesia adalah 'sleeping giant'. Mereka tidak mau potensi sepakbola Indonesia itu mati.

Dua masalah, dualisme asosiasi dan kompetisi, yang melanda sepakbola Indonesia pun siap ditelusuri tim investigasi AFC yang digalang Wakil Presiden AFC HRH Prince Abdullah lbni Sultan Ahmad Shah, Exco FIFA dan AFC Worawi Makudi, Sekjen AFC Alex Soosay, dan Ketua Komite Anggota Asosiasi serta Hubungan Internasional AFC James Johnson.

Tim investigasi AFC yang Anda maksud mulai bekerja. Mereka sudah memanggil para pihak yang bermasalah. Sebagai orang yang pernah duduk di jajaran kepengurusan FIFA dan AFC, bagaimana pola kerja tim investigasi itu?
Ada proses. Pemanggilan pertama itu baru langkah awal. Yang perlu diingat dan diketahum bukan tim investigasi AFC yang bakal mengambil keputusan atas kisruh sepakbola Indonesia. Tugas tim investigasi itu hanya mengumpulkan data dan fakta terkait kisruh sepakbola Indonesia dan merekomendasikan keputusannya ke FIFA. Yang mengambil keputusan adalah FIFA.

Jadi, kalau ada kabar yang menyebut tim investigasi itu sudah mengeluarkan sikap dan keputusannya, itu jelas bohong. Tugas mereka hanya memberikan rekomendasi kepada FIFA. FIFA yang akan memutuskan nasib sepakbola Indonesia sebelum 15 Juni 2012 sesuai deadline yang diberikan FIFA kepada sepakbola Indonesia untuk menyelesaikan masalahnya.

Apakah ada kemungkinan FIFA mengeluarkan keputusannya lebih cepat dari deadline mengingat pada 20-25 Mei 2012 FIFA akan menggelar rapat Exco-nya?
Saya kira tidak. FIFA sudah mengagendakan pembahasan masalah Indonesia bukan di rapat Exco-nya. FIFA mengagendakan gelar rapat khusus untuk membahas masalah sepakbola Indonesia. Kalau tidak salah, mereka akan membahasnya dalam rapat Komite Asosiasi Nasional yang direncanakan digelar pada awal Juni 2012.

Bicara ke depan, apakah FIFA akan memberikan legitimasinya bagi PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti atau ada kemungkinan lain?
Modal yang dimiliki La Nyalla kuat. Mereka punya data dan fakta anggota sah PSSI yang mendukung dan memilih mereka lewat KLB 18 Maret 2012. Menurut saya, KLB 18 Maret 2012 adalah sah. Sebab, sudah sesuai Statuta PSSI pasal 31 ayat 2.

Namun, FIFA dan AFC masih menginginkan adanya rekonsiliasi. Tapi, melihat kondisinya saat ini, sulit dan bahkan hampir tidak mungkin terjadi rekonsiliasi antara La Nyalla dan Djohar. Dukungan mayoritas anggota PSSI kepada La Nyalla sudah begitu bulat dan kuat. Apalagi setelah timnas Indonesia kalah 0-10 dari Bahrain dan 0-2 dari Brunei Darussalam.

Jadi, secara fakta dan sesuai aturan yang ada, FIFA dan AFC bakal mengakui hasil KLB 18 Maret 2012.

Jika akhirnya kepengurusan La Nyalla mendapatkan legitimasi FIFA dan AFC, langkah apa yang harus mereka prioritaskan?
Gelar Kongres Tahunan. Agendakan pembahasan program dan amandemen Statuta PSSI. Sebab, harus saya akui, ada beberapa pasal dalam Statuta PSSI yang disusupi NH, Ketua Umum PSSI saat itu, yang disesuaikan dengan kondisi saat itu.

Jika Anda melihat kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla, apa koreksi yang Anda ingin sampaikan?
Jangan terlalu banyak Ad-Hoc. Itu tak ubahnya pemerintah yang sudah punya menteri untuk suatu bidang, tapi masih saja membuat staf khusus untuk bidang itu. Serahkan soal pembinaan dan liga amatir kepada Pengprov PSSI. PSSI hanya urus timnas. Urusan kompetisi profesional sudah ada badan yang mengelolanya.

Apa yang seharusnya dilakukan kepengurusan La Nyalla jika FIFA tidak memberikan legitimasinya?
Ajukan gugatan lewat Badan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS).

sp+/sp+
  • PRIIITTTTT!!!

    09:20Muntari Fokus Roma: AC Milan mulai kembali ke jalur kemenangan. Sulley Muntari ajak rekan-rekannya fokus hadapi AS Roma.
    08:11Muenchen Jaga Mandzukic: Isu kepergian Mario Mandzukic dibantah CEO Bayern Muenchen. Karl-Heinz Rummenigge tegas bilang itu.
    07:24Conte Tetap Optimistis: Benfica bukan tim kacangan. Tapi, Antonio Conte tetap percaya Juventus mampu lewati hadangan Benfica.
    06:23Guardiola Akui Madrid: Jika Arjen Robben tak terima, beda dengan sikap Pep Guardiola. Ia tak sungkan sebut Real Madrid hebat.
    05:26Robben tak Terima: Bayern Muenchen pulang dari kandang Real Madrid bawa kekalahan 0-1. Arjen Robben tak terima hasil itu.
    04:21Emery Fokus Sevilla: Unai Emery punya kenangan indah bersama Valencia. Saat hadapi Valencia, Emery fokus lesatkan Sevilla.
    03:43Madrid Menuju Final: Real Madrid raih modal bagus buat ke final. Kamis (24/4) WIB, mereka pecundangi Bayern Muenchen 1-0.
    02:13Barito Usir 2 Pilar: Barito Putera putus kontrak 2 pemain naturalisasi. Mereka adalah Tonnie Cusell dan Ruben Wuarbanawan.
    01:33PSG Menuju Juara: Selangkah lagi Paris Saint-Germain jadi juara Ligue 1. Kamis (24/4) WIB, mereka taklukkan Evian TG 1-0.
    00:15Stadium Tebas BSM: Stadium Jakarta bangkit dari kekalahan. Bentrok Rabu (23/4), mereka hantam Bima Sakti Malang 80-62.
    23:14PSG Harus Belanja: Paris Saint-Germain belum bisa bersaing di Champions League. Thiago Motta desak PSG belanja pemain.
    22:20Man-City Ogah Nyerah: Peluang Manchester City juarai Premier League terus mengecil. Tapi, Manuel Pellegrini pantang menyerah.
    21:263 Tim Berebut Astori: Davide Astori, bek Cagliari, laku keras. Juventus, AC Milan, dan Tottenham Hotspur bersaing merekrutnya.
    21:18P-MU Menang Lagi: Arcan Iurie beri 3 poin ke-2 buat Persepam Madura United. Rabu (23/4), P-MU bungkam Persib Bantul 3-1.
    20:28Terima Kasih Moyes: David Moyes tak dendam kendati dirinya dipecat Manchester United. Ia justru berterima kasih kepada MU.
    19:27Sanksi Barca Ditunda: Barcelona dapat kabar bahagia. Sanksi larangan transfer mereka ditunda. Barca bisa belanja akhir musim.
    18:33Hasil Rapat BTN: Badan Tim Nasional kembali gelar rapat. Berbagai program timnas U-14 hingga senior Indonesia dibahas.
    Selengkapnya
 
 

Berita Terpopular

Futsal Indonesia Tapaki Jalan Terang

Geliat PSSI-BTN

Futsal Indonesia Tapaki Jalan Terang
Rabu, 23-04-2014 20:04
Bersama Iurie, P-MU Siap Sikat Bantul

Persepam Madura United

Bersama Iurie, P-MU Siap Sikat Bantul
Senin, 21-04-2014 14:03
Chelsea Favorit, Atletico Yakin Melejit

Atletico vs Chelsea

Chelsea Favorit, Atletico Yakin Melejit
Selasa, 22-04-2014 04:03
Belakang Rapuh, MU Pun Terpiuh-piuh

Manchester United

Belakang Rapuh, MU Pun Terpiuh-piuh
Senin, 21-04-2014 16:02
Madrid-Muenchen Adu Kualitas Panas

Madrid vs Muenchen

Madrid-Muenchen Adu Kualitas Panas
Rabu, 23-04-2014 08:02

Indonesia Football

Evolusi Tanpa Henti

Indonesia Football

Evolusi Tanpa Henti
Majalah Indonesia Football Edisi IV April 2014
Rabu, 16-04-2014 07:25

Live Score

Selengkapnya

Klasemen Sepakbola

  • No
  • Klub
  • Main
  • Poin
  • 1
  • Liverpool
  • 35
  • 80
  • 2
  • Chelsea
  • 35
  • 75
  • 3
  • Manchester City
  • 34
  • 74
  • 4
  • Arsenal
  • 35
  • 70
  • 5
  • Everton
  • 35
  • 69
Selengkapnya
  • Top Skorer

    • No
    • Nama
    • Klub
    • Gol
    Selengkapnya
ping fast my blog, website, or RSS feed for Free