Kakha Kaladze
Tergelitik Politik
Minggu, 13-05-2012 17:02 | Kategori: Ulah | Dibaca 1190 kali | Komentar : 0
Tergelitik Politik (sp+) Berita Terkait
KIAN banyak atlet jelajahi areal politik. Paling santer petinju Manny Pacquiao. Kini, bek Genoa Kakha Kaladze pun tergelitik rambah politik.
Kaladze termasuk beruntung. Ia sudah mengecap nikmatnya memenangi trofi bergengsi seperti scudetto dan Champions League. Tak banyak pemain di Serie A yang bisa menjejaki pengalaman seperti itu.
Sebelum bergabung dengan Genoa pada awal musim 2011/2011 dengan status bebas transfer, Kaladze adalah punggawa Milan yang cukup dihormati. Ia berkostum I Rossineri sejak musim 2000/2001.
Bahkan, dalam 10 tahun kariernya bersama klub yang bermarkas di San Siro itu, Kaladze 2 kali menjuarai Championg League, 1 kali Piala Super Eropa, 1 Piala Interkontinental, 1 FIFA Club World Cup, 1 Serie A, 1 Coppa Italia, dan 1 Super Coppa Italia.
Kaladze, tentu, puas dengan mencapaiannya. Kini, kelelahan mulai melandanya. Ia pun berencana pensiun dari sepakbola per akhir musim ini. Dan, ia siap beralih. Ia ingin coba peruntungannya di ranah politik.
"Setelah 18 tahun berkarier di sepakbola, saatnya saya pensiun. Saya berterima kasih kepada Genoa, Milan, fans, dan semua rekan setim saya. Saya akan memulai petualangan baru di dunia politik. Saya ingin memperjuangkan kebebasan dan demokrasi di Georgia," kata Kaladze.
Tak cuma ikut-ikutan, Kaladze pun sudah punya rencana saat menggeluti politik "Saya bermimpi anak-anak di Georgioa dapat tumbuh dalam kebebasan. Saya ingin negara saya jadi bagian dari Uni Eropa dan NATO," ucapnya.
Politik memang memagnet Kaladze. Apalagi, ia punya pengalaman buruk saat tinggal di Georgia. Pada 2001, Levan, saudaranya yang juga mahasiswa kedokteran, diculik. Penculinya minta tebusan. Nahas, Levan malah ditemukan tewas pada 2006.
Kaladze juga duta FIFA untuk SOS Children Villages, sebuah yayasan amal karya dengan biaya 50.000 euro yang dialokasikan buat para pengungsi Ossetia Selatan selama konflik dengan Rusia.









