Olimpiade 2012
Angkat Besi Jadi Prioritas
Kamis, 17-05-2012 16:03 | Kategori: Umum | Dibaca 2107 kali | Komentar : 0
Angkat Besi Jadi Prioritas (sp+) Berita Terkait
LIFTER Indonesia undur keberangkatan ke China. Tim inti Olimpiade 2012 bakal diketahui setelah itu. Soal dana, angkat besi beruntung karena diprioritaskan.
Menurut jadwal awal, 8 lifter nasional Indonesia berangkat pada 15 Mei 2012. Tapi, karena sesuatu hal, jadwal keberangkatan diundur ke 23 Mei 2012.
Itu karena hal teknis seperti berkas-berkas yang belum rampung diurus, termasuk perpanjangan paspor atlet yang masih dalam proses.
Rencananya, para lifter akan menjalani TC selama sebulan penuh di Negeri Tirai Bambu. Itu agar pelatihan berjalan lebih intensif sehingga diharapkan mampu menyuguhkan medali bagi Ibu Pertiwi di Olimpiade London, 27 Juli-12 Agustus 2012.
"Sepulang dari China, pada 27-28 Juni kami menggelar seleksi untuk menentukan tim inti. Mereka yang terpilih masuk tim inti berangkat lagi ke China pada 1 Juli untuk TC di Shunny Weightlifting Sport School, China," jelas Lukman, manajer tim angkat besi Olimpiade Indonesia, kepada sportiplus.com, Kamis (17/5).
Lukman menambahkan, nantinya hanya 6 lifter yang diberangkatkan ke London. Itu sesuai jatah lifter yang lolos pada kualifikasi, yakni 5 putra dan 1 putri.
Lifter yang akan berangkat ke China adalah Muhammad Hasbi, Eko Yuli Irawan, Triyatno, Deni, dan I KetutĀ Aryana di putra. Di putri ada Siti Nafisha, Dewi Safitri, dan Ni Luh Sinta Darmariani.
Sayang, dalam rentetan nama itu, 2 lifter asal Lampung tak ikut rombongan, yakni Jadi Setiadi dan Citr Febrianti. Itu karena pelatih angkat besi Lampung meyakini pelatihan di daerah sudah cukup dan lebih efisien.
Menurut Lukman, mengikuti TC di China bagi atlet juga penting. Selain refreshing, itu juga bagus untuk memberikan atmosfer dan suasana bertanding yang baru guna mengasah mental lifter.
"Kami selalu memberikan keleluasaan, selama itu baik. Saya pribadi juga percaya Lampung bisa memberikan yang terbaik, apalagi sudah biasa mempersiapkan lifter untuk event internasional. Tapi, pasti kami mengharapkan lifter bisa bersama-sama saat persiapan terakhir," harap Lukman.
Pada bagian lain, Lukman bersyukur uang saku atlet dan pelatih sudah turun, Rabu (16/5). Tapi, tidak untuk uang akomodasi atlet. Ia belum mengetahui jelas mekanisme pencairan dana sehingga dana itu turun terpisah.
Beruntung, dana TC lifter ke China sudah aman. Lukman mengaku Satlak Prima telah membantu persiapan atlet untuk mencapai prestasi terbaik.
Tak ayal, angkat besi jadi cabang andalan selain bulutangkis yang sejak Olimpiade 2000 Sidney selalu menyumbangkan medali. Itu pula yang membuat Satlak Prima mempriotaskan angkat besi dan bulutangkis.
"Itu kan untuk pertandingan skala internasional. Olimpiade juga jadi event olahraga terbsesar dunia. Ya, kami berharap pemerintah lebih bijak soal pendanaan," tandas Lukman.










