Pepe Reina
Apriori Rodgers
Sabtu, 02-06-2012 15:30 | Kategori: Ulah | Dibaca 1400 kali | Komentar : 0
Apriori Rodgers (sp+) Berita Terkait
PRO dan kontra segera menyambut kehadiran Brendan Rodgers di Liverpool. Jika Jose Mourinho mendukung, Pepe Reina justru apriori.
Manajemen Liverpool telah ambil keputusan. Bukan Roberto Martinez, apalagi Pep Guardiola, yang ditunjuk mengisi posisi pelatih kepala The Reds setelah Kenny Dalglish didepak. Yang dipilih adalah Rodgers, 39, pelatih Swansea City.
Keputusan resmi Liverpool terkait jabatan baru Rodgers akan dicetuskan kepada publik awal pekan depan.
Rodgers menjejak ke Anfield Stadium tidak sendirian. Pelatih asal Irlandia Utara yang diikat kontrak 3 musim itu memboyong asisten pelatih Colin Pascoe, analis Chris Davies, dan Kepala Olahraga Bidang Science dan Obat-obatan Glen Driscoll.
Atas keputusan Liverpool menetapkan Rodgers, berbagai reaksi kontan menyeruak. Mou yang pernah jadi bos Rodgers saat membesut Chelsea menyatakan dukungannya.
"Rodgers pelatih muda dan sangat potensial. Ia juga orang baik. Buat saya, ia adalah teman baik dan berkualitas. Ia bakal membuat Liverpool maju," kata Mou.
Pendapat Mou bertolak belakang dengan Reina, kiper utama Liverpool. Seperti dilansir The Mirror, Reina gamblang menyatakan kecewa dengan keputusan klubnya memilih Rodgers sebagai pelatih. Ia bersikap apriori terhadap Rodgers.
Reina menyebut sosok ideal yang lebih pantas jadi pembesut The Reds adalah Rafael Benitez. Ia yakin jika The Reds dilatih Benitez bakal lebih berkembang, bahkan bisa kembali ke jalur juara Premier League.
"Bagi banyak teman dan saya sendiri, Benitez adalah sosok pelatih paling ideal buat Liverpool," cetus Reina.
Reina mengklaim beberapa rekan setimnya seperti Maxi Rodriguez, Lucas, dan Daniel Agger juga lebih suka Benitez yang datang ke Anfield.
"Sata tahu saya bisa dibilang tidak obyektif tentang itu. Tapi, Benitez adalah pelatih paling berperan dalam membentuk saya. Ia yang terbaik," tandas Reina.
Reina boleh menjerit, tapi keputusan manajemen The Reds sudah bulat. Rodgers dan stafnya bakal bekerja membangun kembali kekuatan Liverpool yang di musim 2011/2012 cuma mampu duduk di urutan 8 klasemen akhir Premier League.










