PSSI
Awas MoU Menyesatkan!
Kamis, 07-06-2012 20:42 | Kategori: Sepakbola Nasional | Dibaca 2198 kali | Komentar : 0
Awas MoU Menyesatkan! (sp+) Berita Terkait
BARU saja bersepakat, kubu Djohar Arifin Husin sudah berulah. Beredar isi nota kesepahaman (MoU) yang menyesatkan. Pelakunya: Farid Rahman.
Kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti dan Djohar Arifin menghadap tim investigasi AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (6/6)-Kamis (7/6). Dari pertemuan itu, ke-2 kubu bersepakat dan MoU pun ditandatangani.
Sayangnya, baru saja kabar baik itu sampai di telinga masyarakat sepakbola Indonesia, penyakit Djohar Husin dkk kambuh lagi. Mereka edarkan isi MoU yang dinilai menyesatkan.
MoU yang menyesatkan itu didapat dari Farid, Wakil Ketua Umum PSSI pimpinan Djohar. Berikut isi MoU yang diedarkan Farid:
1-Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) merger. Sisa kompetisi musim ini tetap dijalankan hingga selesai.
2-Kepengurusan PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) bubar.
3-4 Komite Eksekutif (Exco) yang dipecat Komite Etik PSSI -La Nyalla, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, dan Robertho Rouw- diminta kembali ke jajaran Exco PSSI Djohar. Tapi, ketentuan dan kondisinya ditentukan Joint Committee (JC).
4-JC diketuai PSSI Djohar dengan tugas susun KLB untuk mengesahkan perubahan Statuta PSSI dan bukan memilih kepengurusan baru.
5-Semua detail teknis, timeline untuk item 1-3 ditangani JC dengan supervisi tim investigasi AFC.
6-Motif penyusunan MoU itu guna menghindarkan sepakbola Indonesia dari sanksi FIFA.
Menyikapi beredarnya isi MoU itu, La Nyalla selaku Ketua Umum PSSI hasil KLB 18 Maret 2012 pun berang. La Nyalla berjanji membeberkan isi MoU yang sebenarnya sesampai di Indonesia.
"MoU itu saya yang tandatangani dan saya tahu yang dibeberkan Farid itu hasil pelintiran. Tunggu saya pulang dari Kuala Lumpur dan saya akan beberkan 1 per 1 isi MoU yang saya tandatangani. Pernyataan Farid sangat membahayakan karena bisa menyesatkan dan memecah sepakbola Indonesia," tegas La Nyalla.









