PSSI
AFC & FIFA Akui Hasil KLB 18 Maret
Senin, 11-06-2012 10:03 | Kategori: Sepakbola Nasional | Dibaca 2450 kali | Komentar : 0
AFC & FIFA Akui Hasil KLB 18 Maret (sp+) Berita Terkait
TIM investigasi AFC membentuk Joint Committee (JC). Menurut Lalu Mara Satriawangsa, itu menunjukkan AFC dan FIFA akui hasil KLB 18 Maret 2012.
Dua kepengurusan PSSI, pimpinan La Nyalla Mattalatti dan pimpinan Djohar Arifin Husin, capai kata sepakat di depan tim investigasi FIFA untuk atasi kisruh sepakbola Indonesia.
Nota kesepahaman (MoU) yang berisi opsi-opsi penyelesaian masalah pun ditandatangi dan diserahkan ke FIFA untuk disahkan sebelum dijalankan.
Salah 1 opsi yang dikedepankan dalam MoU yang ditandatangani La Nyalla dan Djohar pada Kamis (7/6) terkait pembentukan JC yang terdiri atas 8 orang dari 2 kepengurusan PSSI.
Menyikapi kesepakatan itu, Lalu Mara selaku tim manajer Pelita Jaya FC yang berkiprah di Indonesia Super League (ISL) menyambut baik.
Menurut Lalu Mara, MoU yang salah 1 butirnya berisi rencana pembentukan JC itu membuktikan adanya pengakuan AFC dan FIFA pada hasil keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012 yang memilih La Nyalla sebagai Ketua Umum PSSI 2012-2016.
"Pertama, AFC dan FIFA akui kepengurusan PSSI Djohar bermasalah. Di sisi lain, ada pengakuan terhadap kepengurusan PSSI yang terpilih pada KLB 18 Maret 2012. Itu terlihat dari format anggota JC yang berasal dari 2 kepengurusan PSSI, baik La Nyalla maupun Djohar," tegas Lalu Mara.
"Pengakuan itu bukan hanya dari AFC. Pada penandatanganan MoU itu ada juga wakil FIFA. Jadi, FIFA pun sebenarnya sudah akui hasil KLB 18 Maret 2012," lanjut Lalu Mara.
Memang, selain di depan tim investigasi AFC yang dipimpin AFC Pangeran HRH Wakil Presiden Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah dan FIFA Komite Eksekutif Anggota Dato Worawi Makudi, hadir pula Sekjen AFC Dato Alex Soosay, FIFA Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan Thierry Regenass, Direktur Asosiasi Anggota AFC/Hubungan Internasional & Pengembangan James Johnson dan Manajer FIFA MA Marco Leal.
Lebih lanjut, Lalu Mara menilai MoU itu jadi bukti tidak benarnya keputusan Komite Etik yang dipimpin Todung Mulya Lubis dengan memecat 4 anggota Komite Eksekutif (Exco), yakni La Nyalla, Tonny Aprilani, Robertho Rouw, dan Erwin Dwi Budiawan.
"Dalam MoU itu, keputusan Komite Etik yang memecat 4 anggota Exco dianulir. Tandanya, keputusan yang diambil Todung sebagai Ketua Komite Etik memang salah," jelas Lalu Mara.
Lalu Mara pun menyatakan MoU itu tanda kebenaran ISL sebagai kompetisi profesional yang diakui di Indonesia.
"ISL diakui dan diizinkan jalan terus. Itu pun pertanda AFC dan FIFA akui kebenaran yang diusung para klub untuk tetap berkompetisi di bawah bendera ISL. ISL adalah kompetisi sepakbola profesional resmi sesuai hasil Kongres II PSSI di Bali," tandas lalu Mara.
Meski begitu, MoU itu masih harus menunggu persetujuan FIFA pada 15 Juni 2012 untuk dijalankan. Jika opsi yang ditawarkan MoU itu tidak diterima FIFA, hampir pasti sanksi FIFA berlaku bagi sepakbola Indonesia.
"Saya sangat yakin MoU itu diterima FIFA. Dalam pembentukannya saja, selain tim investigasi AFC, ada juga perwakilan AFC dan FIFA. Jadi, saya kira FIFA pun akan menerima MoU itu," pungkas Lalu Mara.















