Danny Garcia
Raja Muda yang Keras & Ganas
Minggu, 15-07-2012 20:01 | Kategori: Bintang | Dibaca 2646 kali | Komentar : 0
Sang Pemangsa (sp+) Berita Terkait
MUDA, keras, ganas. Itulah Danny Garcia, petinju AS berjuluk Swift. Amir Khan korban teranyar bogem mautnya. Ia kini raja kelas welter ringan dunia.
Tarung 24 kali tanpa seri dan kalah plus sandang gelar juara dunia kelas wekter ringan WBA-WBC jadi catatan gemilang kiprah Garcia di ring tinju bayaran.
Itu dibukukan Garcia setelah menghancurkan reputasi Khan (Inggris) di ronde 4 dalam duel unifikasi, Sabtu (14/7) atau Minggu (15/7) WIB di Mandalay Bay, AS.
Garcia memang termasuk petinju kilat. Pukulan dan kemenangannya atas Khan dimahfumkan sebagai salah 1 tarung tercepat dan dramatis sekaligus terbesar pada 2012.
Kalau Garcia senang, itu bukan semata lantaran ia menang. Itu lebih lantaran Khan adalah lawan yang begitu berharga. Garcia sampai merasa segenap kekuatannya terpancing keluar di atas ring. Apalagi, sejak awal, Khan sangat dijagokan.
"Penilaian mereka didasarkan popularitas. Tapi, saya yakin akan tiba waktunya panggung jadi milik saya. Dan, momen itu benar-benar datang," tandas Garcia seperti dikutip The Ring.
Pecinta tinju kini harus bersiap disuapi segala macam cerita tentang Garcia yang atas kemenangannya itu beroleh 3 status. Selain mempertahankan gelar WBC, petinju kelahiran Philadelphia, 20 Maret 1988, ini juga rebut gelar WBA dari tangan Khan. Bahkan, Garcia pun isi gelar lowong Ring Magazine Belt.
Garcia sendiri punya prinsip. Baginya, seorang petinju harus selalu berbicara sesuatu yang positif meski jauh di lubuk hati sangat takut. Garcia pun menolak segala bentuk intimidasi dengan hati dan kepercayaan diri.
Sejak menekuni tinju pro pada 2007, Mike Denby jadi korban KO pertama Garcia. Ia membuat Denby ambruk di ronde 1 dari 4 ronde yang direncanakan.
Di laga ke-2, giliran Jesus Villareal dibuat TKO di ronde 2. Memang, ke-2 duel itu belum memperebutkan gelar. Mahkota baru diusung Garcia saat mengandaskan Enrique Colin.
Pada akhir 2011, Garcia menundukkan Colin di ronde 2. Dari laga di Liacouras Center, Philadelphia, ia beroleh gelar interm WBC Youth International Light Welterweight.
Di kemenangan ke-18 atas Jorge Romero pada 2010, Garcia menggondol gelar sejenis. Butuh 22 pertarungan bagi Garcia sebelum ia mengenakan sabuk NABO Light Welterweigt.
Momen tak terlupakan bagi Garcia adalah 4 hari setelah berulang tahun ke-24, ia merebut gelarkelas welter ringan WBC di Reiant Arena, Houston, 24 Maret 2012. ia menaklukkan Erik Morales (Meksiko). Hingga kini, dari 24 pertarungan, ia 15 kali menang KO/TKO.
Berdarah asli Puerto Rico, Garcia memilih paspor Amerika sebagai status kewarganegaraannya. Tapi, tetap saja darah tinju dari sang ayah Angel Garcia, tak hilang dari tubuhnya, yang membawanya juga bergelut dengan aktivitas yang satu itu.
Pengajaran dari sang senior begitu mudah diserap Garcia muda sejak mengenakan sarung tinju di usia 10. Garcia pun langsung dikenal sebagai penerus tinju Puerto Rico di AS.
Mengagumi petinju Carlos Ortiz, Garcia menyebut kemenangan sang idola atas Lenny Matthews sebagai pertarungan paling mengesankan yang pernah ditontonnya.
Garcia & Data Diri
Nama: Danny Garcia
Kehaliran: Philadelphia, Pennsylvania, 20 Maret 1988
Julukan: Swift
Tinggi: 175 cm
Debut pro: 2007
Total kemenangan: 24
Kemenangan KO/TKO: 15
Gracia & Gelar Amatir
Juara nasional AS 2006
Juara Tammer Tournament 2005
Juara nasional U-19 2005
Garcia & Gelar Pro (Light Welterweightlight)
| Waktu | Tempat | Hasil | Lawan | Gelar |
| 2 Desember 2009 | Liacouraas Center, Philadelphia | KO (Ronde 2 dari 10 Ronde) | Enrique Colin | Interim WBC Youth International |
| 30 Juli 2010 | Moon Palace Resort, Cancun | KO (9/10) | Jorge Romero | Interim WBC Youth |
| 15 Oktober 2011 | Stalples Center, LA | Split Decision (10/10) | Kendall Holt | NAB2O |
| 24 Maret 201 | Reliant Arena, Houston |
Unanimous decision (12/12) |
Erik Morales | WBC |
| 14 Juli 2012 | Mandalay Bay, Las Vegas | TKO (4/12) | Amir Khan | Mempertahankan WBC, WBA (super), The Ring |















