Olimpiade 2012
Soal Puasa, Terserah Atlet
Senin, 23-07-2012 12:03 | Kategori: Umum | Dibaca 1800 kali | Komentar : 0
Soal Puasa, Terserah Atlet (sp+) Berita Terkait
PUASA atau tidak dikembalikan ke atlet. Mennegpora Andi Mallarangeng tak berikan batasan kepada atlet muslim yang ke London untuk berpuasa.
Tak hanya di negara-negara islam yang pemerintahnya memberikan fatwa kebebasan berpuasa. Begitu juga di Indonesia yang terkenal dengan demokratisasi beragamanya.
Menurut Andi, puasa atau tidaknya atlet selama mengikuti Olimpiade, si atlet sendiri yang bisa mengukur. Selama itu tidak mengganggu program latihan yang diberikan pelatih dan selama si atlet kuat menjalani puasa, Andi membebaskannya.
"Untuk atlet muslim, kita ikut negara lain saja. Presiden dan para ulama berpendapat kalau bepergian jauh sama dengan musafir. Yang artinya, kalau tidak mampu berpuasa tidak apa-apa karena bisa diganti," jelas Andi kepada wartawan di KOI Office Tower, Senayan, Jakarta, Minggu (22/7).
Terlebih, waktu berpuasa di London lebih lama, ketimbang waktu di Indonesia, yakni 17 jam. Buat Andi bersamaannya waktu penyelenggaraan Olimpiade dan puasa Ramadhan bukan hal baru dan pasti akan terjadi.
Andi menyebut, di London para atlet sudah harus sahur pukul 03.00 waktu setempat dan baru akan berbuka pada pukul 21.30. Yang dikhawatirkan adalah atlet tidak bisa menampilkan performa terbaiknya jika ia juga berpuasa.
Pastinya, stamina dan kondisi tubuh berbeda saat berpuasa dan tidak berpuasa. Itu juga harus didukung dengan pola makan dan asupan gizi dan cairan yang cukup dalam tubuhnya.















