Kisruh PSSI
Lagi, Djohar Ketahuan Bohong
Minggu, 05-08-2012 05:30 | Kategori: Sepakbola Nasional | Dibaca 3010 kali | Komentar : 0
Lagi, Djohar Ketahuan Bohong (sp+) Berita Terkait
DJOHAR Arifin Husin dkk tak kapok berbohong. Mereka kembali bohongi publik sepakbola Indonesia dengan mengungkit keputusan CAS 16 Maret 2012.
Kubu Djohar kembali berkoar permasalahkan keputusan Badan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS) dengan nomor surat CAS/2012/2736. Lewat Direktur Media Tommy Arief, Djohar dkk menyebut CAS telah menolak gugatan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
Surat keputusan CAS itu, menurut Tommy, berisi gugatan KPSI terhadap PSSI pimpinan Djohar sekaligus permintaan izin menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012.
Tommy menyebut CAS lewat surat bernomor CAS/2012/2736 menolak gugatan KPSI itu dan tidak memberi kewenangan kepada siapapun di luar PSSI untuk melaksanakan Kongres PSSI.
"PSSI sudah melaksanakan keputusan CAS itu dalam Kongres Palangkaraya 18 Maret 2012. Semua masalah internal PSSI yang dimaksud surat keputusan CAS telah dibahas di Kongres PSSI itu," tegas Tommy.
Dengan begitu, menurut Tommy, KPSI tidak berhak menggelar KLB 18 Maret 2012. Artinya, KLB 18 Maret 2012 adalah ilegal. Sebab, KPSI dilarang menggelar KLB 18 Maret 2012 dan membahas masalah internal PSSI dalam KLB yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, itu.
Publik sepakbola Indonesia pun heboh. Tapi, siapa yang tahu ternayata surat keputusan CAS yang dimaksud Tommy itu adalah surat putusan lama yang keluar pada 16 Maret 2012?
Ya, surat keputusan CAS bernomor CAS/2012/2736 setebal 10 lembar itu dikeluarkan CAS jauh sebelum Tommy berkoar di berbagai media. Surat keputusan itu dikeluarkan CAS pada 16 Maret 2012.
Parahnya, Tommy memutar balikkan semua fakta yang dimaksud surat keputusan CAS itu. Sebab, surat keputusan CAS itu bukanlah keputusan final. CAS tidak bisa mengambil keputusan apapun terhadap gugatan KPSI pada 16 Maret 2012 karena belum ada dampak yang ditimbulkan dari gugatan KPSI itu.
Gugatan KPSI kepada PSSI Djohar lewat CAS sendiri berisi 3 poin penting. Pertama, KPSI minta CAS menghentikan Kongres PSSI 18 Maret 2012 di Palangkaraya bila agendanya tidak menghormati regulasi dan prinsip legalitas, terutama memastikan keabsahan seluruh agenda dan anggota yang hadir.
Kedua, KPSI minta Exco PSSI tak menghalangi jalannya KLB yang telah memenuhi syarat sesuai statuta. Ketiga, KPSI juga minta bantuan FIFA dan AFC melalui CAS terkait pelaksanaan KLB.
"CAS belum bisa mengabulkannya. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, belum ada dampak yang terlihat dari kesalahan pada Kongres PSSI itu. Untuk KLB, CAS merestuisnya. Tak ada dalam jawaban CAS yang isinya melarang KLB," tegas Hinca pada 17 Maret 2012.
Sebenarnya, yang dilakukan Tommy pun pernah dijalankan Sekjen Bidang Luar Negeri PSSI Rudolf Yesayas pada 16 Maret 2012. Saat itu, Rudolf juga menyebut CAS telah menolak gugatan KPSI terhadap PSSI Djohar.
Dan, pernyataan Rudolf pernah dibantah Tonny Apriliani yang waktu itu menjabat sebagai Ketua KPSI.
"Itu kabar bohong. PSSI telah memutarbalikkan fakta. Kami juga sudah menerima surat itu. CAS bukan menolak gugatan yang kami ajukan buat PSSI. CAS cuma menundanya karena belum ada yang dirugikan," kata Tonny selepas hajatan KLB 18 Merat 2012 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.
Tampaknya, PSSI Djohar memang tidak menginginkan perdamaian sepakbola Indonesia terjadi. Tidak hanya menghambat kerja Joint Committee (JC) PSSI, mereka pun ternyata berusaha terus memperburuk citra PSSI di bawah pimpinan La Nyalla.













