In Memoriam
Air Mata Denny Pun Menetes
Rabu, 22-08-2012 14:02 | Kategori: Jaring | Dibaca 3206 kali | Komentar : 0
Air Mata Denny Pun Menetes (sp+) Berita Terkait
ANDRE Johannes Mamuaya pergi, hati Denny Sumargo langsung kosong. Tanpa sadar, air matanya menetes. Apalagi, mereka tak sempat wujudkan asa.
Selasa (21/8) jadi hari penuh gelisah bagi Denny. Mantan pebasket nasional dari klub NBL Garuda Bandung itu shock begitu tahu sang bos, Andre, meninggal dunia. Jangankan membayar utang, bertemu muka saja, bahkan melihat jasadnya, pun Denny tak sempat.
"Saya tidur setiba di Makassar. Saat bangun, saya lihat ada sms. Saat itulah saya shock. Bukan saja tak menduga, tapi juga terasa ada seberkas perasaan yang tak bisa saya lukiskan dengan kata-kata," kata pebasket yang sedang tak punya klub itu.
Denny, 30, berpikir-pikir kalau Andre masih muda. Banyak yang bisa dikerjakan buat basket Indonesia. Denny juga tahu ada banyak kecelakaan, bahkan kadang lebih hebat, tapi orangnya selamat.
"Banyak pemikiran berkutat di benak saya. Tapi, itulah kuasa Tuhan. Kita hanya manusia," desahnya.
Di jalan, saat berusaha mencari tiket ke Jakarta, air mata Denny menetes. Sejenak ia heran atas kondisinya, kemudian berpikir buat figur sebaik Andre pantas menangis. Denny pun tak merasa cengeng. Ia justru kian sadar, 1 lagi orang yang punya hati besar dan penuh pengertian hilang dari kehidapan ini.
Andre adalah salah 1 pemilik klub ABL Indonesia Warriors dan Garuda Bandung di NBL Indonesia. Ia juga komisaris di beberapa perusahaan besar, antara lain PT Adaro Energy Tbk. Selain gila basket, lelaki berusia 42 itu juga gemar balap, termasuk menyukai motor sport.
Selasa (21/8), Andre dan beberapa rekan pergi ke bilangan Kota, Jakarta Barat. Saat hendak kembali, di bilangan Semanggi, Jakarta Pusat, motor Ducati 1.000S bernomor polisi yang dikendarainya menabrak mobil kijang Innova yang hendak masuk ke Gedung Plaza Center.
Saat itulah musibah yang akhirnya merenggut nyawa Andre terjadi. Andre terpental dari motor dan kepalanya membentur pot bunga di trotoar. Ia dibawa ke RS Siloam di kawasan yang sama, tapi nyawanya tak terlolong. Andre berpulang ke haribaan Sang Khalik.
Hubungan Denny dengan Andre memang terbilang dekat. Kehadiran shooting guard itu ke Garuda pun atas ajakan Andre. Kala itu, Denny diminta mendukung Garuda jadi juara. Itulah yang mengendap di benak Denny. Pasalnya, selama membela Garuda, paling banter prestasi tim hanya jadi finalis.
"Memang, jadi juara itu tak gampang. Tim juga bukan hanya saya sendiri. Tapi, sejak gagal. Sesungguhnya saya merasa berutang kepadanya. Meski bos, ia berkenan langsung berhubungan dengan saya dalam kaitan klub," tandasnya.
Beberapa waktu lalu, Denny mengontak Andre. Ia ingin bicara soal statusnya di klub. Ia langsung mengajak bertemu. Tapi, Denny tak bisa karena sedang ada pekerjaan. Ia berharap bisa mendapatkan waktu Andre di lain hari. Tapi, ia tak menjawab komunikasi yang dijalin lewat BBM.
"Saya baru sadar, ternyata itu pertanda. Ia seperti tahu tak bisa lagi bertemu saya," desah Denny yang di musim terakhir bermain tanpa kontrak meski tetap terima gaji. .
Di bagian lain, mantan manejer klub Garuda yang juga berteman baik dengan Andre itu mengatakan almarhum sangat peduli kepada para pemain. Rencanaya, Andre yang biasanya tak suka tampil di muka umum akan mengadakan konferensi pers.
"Ia cerita kepada saya kalau ingin gelar konferensi pers untuk memperkenalkan kostum baru Garuda dan para pemain baru jelang preseason. Tapi, ia lebih dulu pergi," tutur Simon selepas pemakaman Andre, Rabu (22/8).











