• Share :

Sepakbola

Kompetisi Acakadut

Jumat, 23-12-2011 15:09 | Kategori: Sorot | Dibaca 5636 kali | Komentar : 0
Kompetisi Acakadut (sp+) Kompetisi Acakadut (sp+)

MAKIN tua usianya, PSSI makin kehilangan daya. Paling mencolok: kompetisinya kini acakadut. Di keabadian sana, Soeratin Sosrosoegondo pun menangis.

Salah seorang pendiri PSSI sekaligus ketua umum pertama yang sudah lama mangkat itu pasti sedih melihat iklim sepakbola di Tanah Air kini.

PSSI yang pada 1930 dikibarkan sebagai bagian dari cara mengobarkan semangat persatuan, makin kemari malah makin penuh riak dan perpecahan. Makin kisruh. Melenceng jauh dari cita-cita awal yang dulu dipancangkan.

Organisasi PSSI tak lagi murni diputar dengan tujuan mulia seperti sedia kala, yakni membangun harkat dan martabat bangsa secara bersama lewat sepakbola. Yang ada kini adalah PSSI penuh basa-basi bicara regulasi lantaran kepentingan yang sudah terkisi-kisi.

Menggulingkan kepengurusan sebelumnya dengan dalih hendak mereformasi agar PSSI dan segenap aktivitasnya jadi lebih benar dan maju, ternyata yang terpampang justru sebaliknya. PSSI, program kerja, dan pengelolaannya kini berjalan mundur. Set back. 

Ironisnya, ketika begitu deras desakan untuk melaksanakan kembali hal-hal yang sebetulnya sedang berkembang dan tinggal diperbaiki, terutama terkait keputusan bersama dalam Kongres Bali, semua ditanggapi dengan aksi tutup mata, tutup telinga.

PSSI, di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin plus tim yang katanya mengusung reformasi, tetap digulirkan dengan caranya sendiri. Bahkan, koreksi dari sebagian anggota Komite Eksekutif (Exco) yang sesungguhnya punya peran strategis, pun tak digubris.

Akibat paling menohok dari semua itu adalah kegagapan dalam menggelar kompetisi. Sudah jelas banyak pengelola klub menolak kehadiran badan usaha baru sebagai payung kompetisi musim 2011/2012, toh para pentolan di PSSI bergeming.

Tak cukup sampai di situ. PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), badan usaha baru bentukan PSSI yang tak diterima keberadaannya oleh klub-klub sarat pengalaman dan punya rekam jejak mumpuni di lingkup persepakbolaan nasional, kemudian malah memunculkan gagasan kontroversial.

Kontroversi itu mencakup tiga hal: titel kompetisi berubah dari Indonesia Super League (ISL) jadi Indonesia Premier League (IPL), jumlah kontestan dibengkakan dari 18 jadi 24 klub, dan memaksakan sejumlah klub 'antah berantah' diikutkan.

Sebutlah perubahan titel kompetisi tak terlalu prinsip. Tapi, pembengkakan jumlah kontestan plus penyertaan klub eks IPL yang akhirnya dibekukan karena memang tak genah?

Dua faktor itu ditambah sengketa atas keberadaan PT LPIS, tak pelak, jadi sumbu peledak perpecahan yang makin dahsyat di tubuh PSSI. Empat anggota Exco pun nekat menempuh jalan sendiri. Mereka melebur bersama sederet klub yang cabut dari IPL 2011/2012 dan memilih terjun di ISL yang dikelola PT LI.

Pasti aneh, memang, jika kompetisi level tertinggi di Tanah Air sampai melibatkan 24 klub. Kompetisi dengan jumlah kontestan terbanyak di dunia itu, saking panjanganya, bakal menabrak jadwal internasional. Yang juga sadis, dalam sepekan klub-klub harus berjibaku di 2-3 laga beruntun.

Sungguh tak masuk akal, tentu. Lebih tak masuk akal ketika kompetisi itu juga diikuti klub yang muncul bukan dari jenjang semestinya. 

Mengaku emoh ikut jadi bodoh, empat anggota Exco dan para pengelola klub yang berkiblat ke ISL bersikeras menepi. Mereka mengedepankan dua alasan pokok: melanjutkan keputusan Kongres PSSI di Bali dan mengutamakan kompetisi berkualitas.

Kini, akhirnya, mencuatlah kompetisi acakadut itu. PT LPIS menggulirkan IPL dengan jumlah kontestan yang menciut, bahkan tak sampai 15 klub, dan tertatih-tatih meski dapat restu PSSI.

Di luar jalur PSSI, meski sudah dicap ilegal, PT LI menggelar ISL 2011/2012 dengan jumlah dan kualitas kontestan lebih mumpuni. Mayoritas adalah klub yang berkiprah di musim sebelumnya.

Keputusan Persib Bandung dan Persipura Jayapura terjun di ISL layak disorot khusus. Persib, yang sempat memainkan laga pembuka IPL kontra Semen Padang pada Oktober, berpaling karena suara mereka tak didengar. Persipura, bahkan, merelakan tiketnya ke Liga Champion Asia (LCA) hangus dan mantap berkiprah di ISL.

Kedua klub menuntut hal yang sama: kompetisi hanya diikuti maksimal 18 kontestan dan kejelasan asal muasal kontestan demi menjaga kualitas. Karena tuntutan itu tak dipedulikan, keduanya pun beralih ke ISL.

Joko Driyono, CEO PT LI, dan klub-klub kontestan ISL sebenarnya sadar jika ujung dari kompetisi yang mereka jalankan terancam tak jelas. Itu karena ISL dianggap ilegal. Juara ISL nanti belum tentu bisa berkiprah di kompetisi internasional resmi di jalur AFC.

Sampai di situ, tentu saja PSSI dan PT LPIS di atas angin. Secara struktural, mereka memang berada di jalur AFC dan FIFA. Itu sebabnya, terkait tiket LCA yang dilepas Persipura, mereka spontan bergerak mencari klub pengganti untuk diusulkan kepada AFC.

Secara struktural pula, PSSI dan segenap perangkat kerjanya kini lagi berkutat menyiapkan sanksi bagi klub-klub yang membelot ke ISL. Anggota Exco yang dianggap mbeling juga sedang diproses Komite Etik PSSI. Lalu, Joko dengan PT LI-nya pun tengah diburu.

Tak terbantahkan, kebenaran secara struktural itu bersifat melekat dan valid. Sebab, garisnya memang sudah begitu dari sananya. PSSI secara absolut resmi berada di bawah AFC dan FIFA. Meski begitu, apalah gunanya benar secara struktural tapi buruk dalam implementasi?

Kenapa di negeri ini, termasuk dalam mengurus PSSI, masih saja menihilkan hal-hal baik yang dicapai pengelola di era sebelumnya hanya karena ketidakcocokan dan ketidaksukaan? Kenapa yang disikapi bukan substansi inti, melainkan soal cara atau sekadar pemilahan situ siapa dan sini siapa?

Kalaulah masih tersisa kejujuran dan kearifan, substansi inti yang dihasilkan Kongres PSSI di Bali sesungguhnya jauh lebih layak dilanjutkan ketimbang mengada-ada seperti sekarang. Yang dibutuhkan adalah perbaikan menuju penyempurnaan. Bukan dibongkar habis, apalagi dengan desakan emosi dan kepentingan sepihak.

Kalaulah masih tersisa kejujuran dan kearifan, meski butuh kekuatan mental dan moral, keadaan PSSI berikut kinerjanya saat ini harus diakui sama sekali belum bisa lebih baik ketimbang sebelumnya. Fakta yang terhampar di balik semangat mereformasi PSSI masih ibarat jauh pagang dari api.

Rekonsiliasi, tak pelak, patut dijadikan pilihan bijak dan taktis. Sebagaimana dicita-citakan Soeratin dkk dulu, bersama membangun kekuatan sebaiknya diyakini sebagai jalan terbaik.

Yakinlah di negeri ini masih tersimpan energi dan potensi. Di tanah Papua, misalnya, bertebaran bakat alam yang jika dibina dengan tepat pasti tumbuh jadi kekuatan dahsyat. Dan, semua itu akan efektif jika digali dan diasah bersama.

Kebersamaan yang tulus itu bukan cuma demi mengangkat harkat dan martabat bangsa, tapi juga menjauhkan diri dari kompetisi acakadut yang kini membelit.  


 

sp+/sp+
  • PRIIITTTTT!!!

    09:20Muntari Fokus Roma: AC Milan mulai kembali ke jalur kemenangan. Sulley Muntari ajak rekan-rekannya fokus hadapi AS Roma.
    08:11Muenchen Jaga Mandzukic: Isu kepergian Mario Mandzukic dibantah CEO Bayern Muenchen. Karl-Heinz Rummenigge tegas bilang itu.
    07:24Conte Tetap Optimistis: Benfica bukan tim kacangan. Tapi, Antonio Conte tetap percaya Juventus mampu lewati hadangan Benfica.
    06:23Guardiola Akui Madrid: Jika Arjen Robben tak terima, beda dengan sikap Pep Guardiola. Ia tak sungkan sebut Real Madrid hebat.
    05:26Robben tak Terima: Bayern Muenchen pulang dari kandang Real Madrid bawa kekalahan 0-1. Arjen Robben tak terima hasil itu.
    04:21Emery Fokus Sevilla: Unai Emery punya kenangan indah bersama Valencia. Saat hadapi Valencia, Emery fokus lesatkan Sevilla.
    03:43Madrid Menuju Final: Real Madrid raih modal bagus buat ke final. Kamis (24/4) WIB, mereka pecundangi Bayern Muenchen 1-0.
    02:13Barito Usir 2 Pilar: Barito Putera putus kontrak 2 pemain naturalisasi. Mereka adalah Tonnie Cusell dan Ruben Wuarbanawan.
    01:33PSG Menuju Juara: Selangkah lagi Paris Saint-Germain jadi juara Ligue 1. Kamis (24/4) WIB, mereka taklukkan Evian TG 1-0.
    00:15Stadium Tebas BSM: Stadium Jakarta bangkit dari kekalahan. Bentrok Rabu (23/4), mereka hantam Bima Sakti Malang 80-62.
    23:14PSG Harus Belanja: Paris Saint-Germain belum bisa bersaing di Champions League. Thiago Motta desak PSG belanja pemain.
    22:20Man-City Ogah Nyerah: Peluang Manchester City juarai Premier League terus mengecil. Tapi, Manuel Pellegrini pantang menyerah.
    21:263 Tim Berebut Astori: Davide Astori, bek Cagliari, laku keras. Juventus, AC Milan, dan Tottenham Hotspur bersaing merekrutnya.
    21:18P-MU Menang Lagi: Arcan Iurie beri 3 poin ke-2 buat Persepam Madura United. Rabu (23/4), P-MU bungkam Persib Bantul 3-1.
    20:28Terima Kasih Moyes: David Moyes tak dendam kendati dirinya dipecat Manchester United. Ia justru berterima kasih kepada MU.
    19:27Sanksi Barca Ditunda: Barcelona dapat kabar bahagia. Sanksi larangan transfer mereka ditunda. Barca bisa belanja akhir musim.
    18:33Hasil Rapat BTN: Badan Tim Nasional kembali gelar rapat. Berbagai program timnas U-14 hingga senior Indonesia dibahas.
    Selengkapnya
 
 

Berita Terpopular

Futsal Indonesia Tapaki Jalan Terang

Geliat PSSI-BTN

Futsal Indonesia Tapaki Jalan Terang
Rabu, 23-04-2014 20:04
Bersama Iurie, P-MU Siap Sikat Bantul

Persepam Madura United

Bersama Iurie, P-MU Siap Sikat Bantul
Senin, 21-04-2014 14:03
Chelsea Favorit, Atletico Yakin Melejit

Atletico vs Chelsea

Chelsea Favorit, Atletico Yakin Melejit
Selasa, 22-04-2014 04:03
Belakang Rapuh, MU Pun Terpiuh-piuh

Manchester United

Belakang Rapuh, MU Pun Terpiuh-piuh
Senin, 21-04-2014 16:02
Madrid-Muenchen Adu Kualitas Panas

Madrid vs Muenchen

Madrid-Muenchen Adu Kualitas Panas
Rabu, 23-04-2014 08:02

Indonesia Football

Evolusi Tanpa Henti

Indonesia Football

Evolusi Tanpa Henti
Majalah Indonesia Football Edisi IV April 2014
Rabu, 16-04-2014 07:25

Live Score

Selengkapnya

Klasemen Sepakbola

  • No
  • Klub
  • Main
  • Poin
  • 1
  • Liverpool
  • 35
  • 80
  • 2
  • Chelsea
  • 35
  • 75
  • 3
  • Manchester City
  • 34
  • 74
  • 4
  • Arsenal
  • 35
  • 70
  • 5
  • Everton
  • 35
  • 69
Selengkapnya
  • Top Skorer

    • No
    • Nama
    • Klub
    • Gol
    Selengkapnya
ping fast my blog, website, or RSS feed for Free