• Share :

Sepakbola

Kompetisi Acakadut

Jumat, 23-12-2011 15:09 | Kategori: Sorot | Dibaca 5538 kali | Komentar : 0
Kompetisi Acakadut (sp+) Kompetisi Acakadut (sp+)

MAKIN tua usianya, PSSI makin kehilangan daya. Paling mencolok: kompetisinya kini acakadut. Di keabadian sana, Soeratin Sosrosoegondo pun menangis.

Salah seorang pendiri PSSI sekaligus ketua umum pertama yang sudah lama mangkat itu pasti sedih melihat iklim sepakbola di Tanah Air kini.

PSSI yang pada 1930 dikibarkan sebagai bagian dari cara mengobarkan semangat persatuan, makin kemari malah makin penuh riak dan perpecahan. Makin kisruh. Melenceng jauh dari cita-cita awal yang dulu dipancangkan.

Organisasi PSSI tak lagi murni diputar dengan tujuan mulia seperti sedia kala, yakni membangun harkat dan martabat bangsa secara bersama lewat sepakbola. Yang ada kini adalah PSSI penuh basa-basi bicara regulasi lantaran kepentingan yang sudah terkisi-kisi.

Menggulingkan kepengurusan sebelumnya dengan dalih hendak mereformasi agar PSSI dan segenap aktivitasnya jadi lebih benar dan maju, ternyata yang terpampang justru sebaliknya. PSSI, program kerja, dan pengelolaannya kini berjalan mundur. Set back. 

Ironisnya, ketika begitu deras desakan untuk melaksanakan kembali hal-hal yang sebetulnya sedang berkembang dan tinggal diperbaiki, terutama terkait keputusan bersama dalam Kongres Bali, semua ditanggapi dengan aksi tutup mata, tutup telinga.

PSSI, di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin plus tim yang katanya mengusung reformasi, tetap digulirkan dengan caranya sendiri. Bahkan, koreksi dari sebagian anggota Komite Eksekutif (Exco) yang sesungguhnya punya peran strategis, pun tak digubris.

Akibat paling menohok dari semua itu adalah kegagapan dalam menggelar kompetisi. Sudah jelas banyak pengelola klub menolak kehadiran badan usaha baru sebagai payung kompetisi musim 2011/2012, toh para pentolan di PSSI bergeming.

Tak cukup sampai di situ. PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), badan usaha baru bentukan PSSI yang tak diterima keberadaannya oleh klub-klub sarat pengalaman dan punya rekam jejak mumpuni di lingkup persepakbolaan nasional, kemudian malah memunculkan gagasan kontroversial.

Kontroversi itu mencakup tiga hal: titel kompetisi berubah dari Indonesia Super League (ISL) jadi Indonesia Premier League (IPL), jumlah kontestan dibengkakan dari 18 jadi 24 klub, dan memaksakan sejumlah klub 'antah berantah' diikutkan.

Sebutlah perubahan titel kompetisi tak terlalu prinsip. Tapi, pembengkakan jumlah kontestan plus penyertaan klub eks IPL yang akhirnya dibekukan karena memang tak genah?

Dua faktor itu ditambah sengketa atas keberadaan PT LPIS, tak pelak, jadi sumbu peledak perpecahan yang makin dahsyat di tubuh PSSI. Empat anggota Exco pun nekat menempuh jalan sendiri. Mereka melebur bersama sederet klub yang cabut dari IPL 2011/2012 dan memilih terjun di ISL yang dikelola PT LI.

Pasti aneh, memang, jika kompetisi level tertinggi di Tanah Air sampai melibatkan 24 klub. Kompetisi dengan jumlah kontestan terbanyak di dunia itu, saking panjanganya, bakal menabrak jadwal internasional. Yang juga sadis, dalam sepekan klub-klub harus berjibaku di 2-3 laga beruntun.

Sungguh tak masuk akal, tentu. Lebih tak masuk akal ketika kompetisi itu juga diikuti klub yang muncul bukan dari jenjang semestinya. 

Mengaku emoh ikut jadi bodoh, empat anggota Exco dan para pengelola klub yang berkiblat ke ISL bersikeras menepi. Mereka mengedepankan dua alasan pokok: melanjutkan keputusan Kongres PSSI di Bali dan mengutamakan kompetisi berkualitas.

Kini, akhirnya, mencuatlah kompetisi acakadut itu. PT LPIS menggulirkan IPL dengan jumlah kontestan yang menciut, bahkan tak sampai 15 klub, dan tertatih-tatih meski dapat restu PSSI.

Di luar jalur PSSI, meski sudah dicap ilegal, PT LI menggelar ISL 2011/2012 dengan jumlah dan kualitas kontestan lebih mumpuni. Mayoritas adalah klub yang berkiprah di musim sebelumnya.

Keputusan Persib Bandung dan Persipura Jayapura terjun di ISL layak disorot khusus. Persib, yang sempat memainkan laga pembuka IPL kontra Semen Padang pada Oktober, berpaling karena suara mereka tak didengar. Persipura, bahkan, merelakan tiketnya ke Liga Champion Asia (LCA) hangus dan mantap berkiprah di ISL.

Kedua klub menuntut hal yang sama: kompetisi hanya diikuti maksimal 18 kontestan dan kejelasan asal muasal kontestan demi menjaga kualitas. Karena tuntutan itu tak dipedulikan, keduanya pun beralih ke ISL.

Joko Driyono, CEO PT LI, dan klub-klub kontestan ISL sebenarnya sadar jika ujung dari kompetisi yang mereka jalankan terancam tak jelas. Itu karena ISL dianggap ilegal. Juara ISL nanti belum tentu bisa berkiprah di kompetisi internasional resmi di jalur AFC.

Sampai di situ, tentu saja PSSI dan PT LPIS di atas angin. Secara struktural, mereka memang berada di jalur AFC dan FIFA. Itu sebabnya, terkait tiket LCA yang dilepas Persipura, mereka spontan bergerak mencari klub pengganti untuk diusulkan kepada AFC.

Secara struktural pula, PSSI dan segenap perangkat kerjanya kini lagi berkutat menyiapkan sanksi bagi klub-klub yang membelot ke ISL. Anggota Exco yang dianggap mbeling juga sedang diproses Komite Etik PSSI. Lalu, Joko dengan PT LI-nya pun tengah diburu.

Tak terbantahkan, kebenaran secara struktural itu bersifat melekat dan valid. Sebab, garisnya memang sudah begitu dari sananya. PSSI secara absolut resmi berada di bawah AFC dan FIFA. Meski begitu, apalah gunanya benar secara struktural tapi buruk dalam implementasi?

Kenapa di negeri ini, termasuk dalam mengurus PSSI, masih saja menihilkan hal-hal baik yang dicapai pengelola di era sebelumnya hanya karena ketidakcocokan dan ketidaksukaan? Kenapa yang disikapi bukan substansi inti, melainkan soal cara atau sekadar pemilahan situ siapa dan sini siapa?

Kalaulah masih tersisa kejujuran dan kearifan, substansi inti yang dihasilkan Kongres PSSI di Bali sesungguhnya jauh lebih layak dilanjutkan ketimbang mengada-ada seperti sekarang. Yang dibutuhkan adalah perbaikan menuju penyempurnaan. Bukan dibongkar habis, apalagi dengan desakan emosi dan kepentingan sepihak.

Kalaulah masih tersisa kejujuran dan kearifan, meski butuh kekuatan mental dan moral, keadaan PSSI berikut kinerjanya saat ini harus diakui sama sekali belum bisa lebih baik ketimbang sebelumnya. Fakta yang terhampar di balik semangat mereformasi PSSI masih ibarat jauh pagang dari api.

Rekonsiliasi, tak pelak, patut dijadikan pilihan bijak dan taktis. Sebagaimana dicita-citakan Soeratin dkk dulu, bersama membangun kekuatan sebaiknya diyakini sebagai jalan terbaik.

Yakinlah di negeri ini masih tersimpan energi dan potensi. Di tanah Papua, misalnya, bertebaran bakat alam yang jika dibina dengan tepat pasti tumbuh jadi kekuatan dahsyat. Dan, semua itu akan efektif jika digali dan diasah bersama.

Kebersamaan yang tulus itu bukan cuma demi mengangkat harkat dan martabat bangsa, tapi juga menjauhkan diri dari kompetisi acakadut yang kini membelit.  


 

sp+/sp+
  • PRIIITTTTT!!!

    05:04Guingamp Jegal Monaco: AS Monaco urung ke final Coupe de France. Kamis (17/4) WIB, En Avant Guingamp bungkam Monaco 3-1.
    04:32Madrid Juara: Real Madrid tampil sebagai juara Copa del Rey. Kamis (17/4) WIB, mereka bungkam Barcelona 2-1 di final.
    03:53Man-City 1 Poin: Manchester City cuma bisa raih 1 poin. Kamis (17/4) WIB, The Citizens dipaksa Sunderland main 2-2.
    03:11Final Der Klassiker: Der Klassiker terhampar di final DFB Pokal. Kamis (17/4) WIB, Bayern Muenchen atasi Kaiserslautern 5-1.
    00:21Aditya Gantikan Wisnu: Aditya Hari Sasongko masuk tim Davis Cup Indonesia. Bentrok kontra Hongkong dihelat 25-27 April 2014.
    23:12Kisruh Guncang ISSI: Satu lagi kepengurusan olahraga di Tanah Air kisruh. Kali ini melanda PB ISSI. Munaslub pun jadi pilihan.
    22:49Timnas U-19 Tekuk UEA: Timnas U-19 Indonesia tampil hebat di tur Timur Tengah. Rabu (16/4), Uni Emirat Arab U-19 dibekuk 2-1.
    21:06Persija 3 Poin: Rekor tak kalah Persija Jakarta masih terjaga. Diladeni Persijap Jepara, Rabu (16/4), Persija menang 2-0.
    20:24Indra Tetapkan Line Up: Timnas U-19 Indonesia tarung lagi kontra Uni Emirates Arab U-19. Indra Sjafri tak ubah komposisi skuad.
    19:25Gattuso Rindu Milan: Gennaro Gattuso belum bekerja lagi sebagai pelatih. Itu lantaran Gattuso percaya bisa balik ke AC Milan.
    19:10Anthony Semifinal: Anthony Sinisuka Ginting ke semifinal World Junior Champ. Rabu (16/4), ia sungkurkan Kanta Tsuneyama.
    18:21Bantah MU-Kroos: Manchester United layangkan tawaran buat Toni Kroos. Volker Struth, agen Kroos, cuma tertawa dengar itu.
    17:27SPFC Bungkam Persik: Semen Padang FC lanjutkan tren positif. Main Rabu (16/4), mereka hentikan tuan rumah Persik Kediri 2-1.
    17:13Urung Rekrut Anelka: Kepindahan Nicolas Anelka ke Atletico Mineiro tak terwujud. Selasa (13/4), Mineiro batalkan kesepakatan.
    17:13Arema Lolos: Arema Cronus Indonesia lolos ke fase KO AFC Cup 2014. Mereka bungkam Selangor FA 1-0, Rabu (16/4).
    16:30Casillas Yakini Madrid: Laga El Clasico di Final Copa del Rey di depan mata. Iker Casillas pede Real Madrid tampil sebagai juara.
    15:29Nzekou Tanpa Klub: Didepak Persebaya Surabaya, nasib Patrice Nzekou terkatung-katung. Hingga kini, ia belum beroleh klub.
    Selengkapnya
 
 

Berita Terpopular

Penonton Laga Perdana, Nyawa PSS

PSS Sleman

Penonton Laga Perdana, Nyawa PSS
Senin, 14-04-2014 18:02
Dibekuk Persib, Arema Kejar Selangor

Arema Cronus Indonesia

Dibekuk Persib, Arema Kejar Selangor
Senin, 14-04-2014 20:03
4 Musim Lagi, PSIM Siap Guncang ISL

PSIM Yogyakarta

4 Musim Lagi, PSIM Siap Guncang ISL
Senin, 14-04-2014 12:02
Final Kontra Madrid, Hidup Mati Barca

Barca vs Madrid

Final Kontra Madrid, Hidup Mati Barca
Rabu, 16-04-2014 04:02
Demi 4 Besar, Arsenal Dituntut Sangar

Arsenal vs West Ham

Demi 4 Besar, Arsenal Dituntut Sangar
Selasa, 15-04-2014 04:04

Indonesia Football

Evolusi Tanpa Henti

Indonesia Football

Evolusi Tanpa Henti
Majalah Indonesia Football Edisi IV April 2014
Rabu, 16-04-2014 07:25

Live Score

Selengkapnya

Klasemen Sepakbola

  • No
  • Klub
  • Main
  • Poin
  • 1
  • Liverpool
  • 34
  • 77
  • 2
  • Chelsea
  • 34
  • 75
  • 3
  • Manchester City
  • 32
  • 70
  • 4
  • Arsenal
  • 34
  • 67
  • 5
  • Everton
  • 33
  • 66
Selengkapnya
  • Top Skorer

    • No
    • Nama
    • Klub
    • Gol
    Selengkapnya
ping fast my blog, website, or RSS feed for Free