Tips Sehat
Berkeringat? Jangan Malu & Takut!
Selasa, 12-06-2012 07:29 | Kategori: Saran Dokter | Dibaca 3178 kali | Komentar : 0
Berkeringat? Jangan Malu & Takut! (sp+) Berita Terkait
KERINGAT bisa menunjukkan beragam pertanda. Ada yang karena menahan tegang, sedang dilanda demam, bisa juga lantaran aktivitas menyehatkan.
Keringat, pastinya, tak selamanya buruk. Juga pasti, sesungguhnya keringat tidak menimbulkan bau. Keringat baru jadi masalah jika sudah bercampur bakteri yang biasanya menumpuk di kulit ketiak.
Keringat, bahkan, bisa menunjukkan kadar kesehatan tubuh manusia. Aktivitas fisik seperti berolahraga yang ditandai dengan cucuran keringat, misalnya, tentu menyehatkan pelakunya.
Yang jelas, mengeluarkan keringat itu baik bagi tubuh. Berikut manfaat berkeringat:
1. Mendinginkan tubuh
Berkeringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mengatur temperatur yang meningkat saat tubuh beraktivitas atau kepanasan. "Keringat yang keluar akan membantu tubuh menyingkirkan panas sehingga kita tidak akan kepanasan," kata Adam Friedman, dermatologi dan ahli bedah kosmetik dari Montefiore Medical Center, AS.
Karena pentingnya fungsi keringat, jika seseorang tidak bisa berkeringat, itu justru membahayakan. "Ada kondisi yang disebut ectodermal dysplasia yang membuat seseorang tidak bisa berkeringat," kata Joel Schlessinger, ahli dermatologi.
Orang yang menderita kondisi ectodermal dysplasia dilarang berolahraga karena mereka akan kepanasan yang bisa berdampak buruk bagi jantung dan fungsi tubuh lainnya. Jadi, bersyukurlah bagi Anda yang mudah berkeringat.
2. Mencerahkan wajah
Peluh yang bercucuran di wajah bukan cuma mendinginkan tubuh, tapi juga berefek pada kebersihan kulit wajah. Menurut Schlessinger, keringat di wajah akan mengurangi kotoran yang menyumbat pori-pori. Hal ini juga akan mencegah jerawat.
Anda juga bisa melakukan 'olahraga palsu' untuk memicu keringat dengan cara memanaskan wajah. Caranya: dekatkan wajah ke uap air panas selama 3 menit. "Menguapkan wajah adalah salah satu cara membersihkan kulit wajah. Setelah itu, jangan lupa membersihkan wajah karena keringat yang tidak dihapus bisa menyebabkan pori tersumbat lagi," kata Schlessinger.
3. Menyehatkan sirkulasi
Ketika tubuh berkeringat, detak jantung jadi lebih cepat dan sirkulasi darah meningkat, terutama di sekitar kulit. "Dasar kelenjar keringat terletak di lapisan bawah kulit yang lokasinya sangat dekat dengan pembuluh darah kecil," kata Kara Rogers, editor biomedical Encylopaedia Britannica.
Ia menambahkan, ketika kelenjar keringat melebar, aliran darah ke kulit meningkat sehingga memacu sistem sirkulasi darah dalam tubuh.
4. Melawan infeksi
Berkeringat ternyata sangat efektif melawan bakteri staphylococcus aureus yang resisten pada antibiotik. Berkeringat juga akan akan mengurangi bakteri dan jamur berbahaya di kulit.
Menurut Friedman, dalam cairan keringat terkandung nitrit yang akan diubah jadi asam nitrit saat mencapai permukaan kulit, gas yang mengandung antibakteri dan antijamur. "Keringat juga mengandung antibiotik alami yang disebut dermicidin yang bisa membunuh bakteri," katanya.
5. Membuang racun
Penelitian menunjukkan keringat mengandung berbagai komponen, termasuk metal beracun dalam jumlah kecil. Karena itu, berkeringat sering disebut juga sebagai detoksikan. Dengan jumlah kelenjar keringat sampai 5 juta di kulit manusia, tak heran jika berkeringat jadi mekanisme pembuangan racun dari tubuh.
"Toksin yang dibuang lewat keringat biasanya adalah toksin yang berada jauh di bawah kulit. Mereka keluar melalui pori bersama debu dan minyak yang terperangkap. Proses pembersihan ini akan meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan flu," kata Rogers.
6. Menyembuhkan
Tahukah mengapa Anda berkeringat saat sedang demam? Berkeringat adalah cara tubuh membangunkan sistem imun agar melawan patogen penyebab sakit. "Pengeluaran keringat adalah cara tubuh menyembuhkan dirinya sendiri," kata Christian Nix, ahli pengobatan tradisional China.
Mekanisme yang sama terjadi saat manusia berolahraga atau berada di tempat panas. Selain merangsang metabolisme untuk menjaga berat badan karena tubuh akan membakar kalori lebih banyak, juga merangsang sistem imun.
7. Mengurangi asma
Jika keringat yang keluar dari tubuh Anda setelah berolahraga sangat banyak, risiko terkena asma lebih rendah. Demikian kesimpulan penelitian tim dari University of Michigan.
Meski belum jelas benar kaitan antara keringat dan asma, para peneliti mengungkapkan pengaturan keringat di dalam tubuh juga terkait dengan pengaturan jumlah air yang dikeluarkan melalui saluran napas.
Dengan kata lain, orang yang jarang berkeringat pada umumnya punya saluran napas lebih kering sehingga lebih rentan menderita asma.









