Tips Sehat
Anak Butuh Buah, Sayur, Susu
Sabtu, 05-05-2012 17:03 | Kategori: Saran Dokter | Dibaca 2177 kali | Komentar : 0
Anak Butuh Buah, Sayur, Susu (sp+) Berita Terkait
DI rumah, anak tak selalu lahap menyantap makanannya. Bahkan, tak sedikit pula anak emoh konsumsi buah, sayur, susu. Apa yang sebaiknya dilakukan?
Pola makan sehari-hari di era sekarang memang berubah drastis. Khususnya di kalangan anak-anak. Mereka lebih tergiur menyantap menu cepat saji yang memang gurih di lidah, padahal tak menjamin kesehatan.
Back to nature pun belakangan terus digencarkan. Ya, kembali ke makanan yang lebih natural. Sebab, pasti, itu jauh lebih menyehatkan dan penting bagi pertumbuhan anak.
Dietary Guidelines Advisory Committee, sekelompok ilmuwan independen yang menyarankan kepada pemerintah soal konsumsi ideal buat rakyat AS, mengidentifikasi bahwa anak-anak maupun orang dewasa perlu mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, kalium, dan serat.
Semua itu dapat diperoleh dari susu, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian plus sederet makanan yang biasanya dijauhi anak-anak.
Berikut solusi membantu si kecil memilih makanan (picky eaters) untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan seperti dikutip dari Eating Well:
Buah
Olah buah-buahan dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup. Sedangkan smoothie berbahan buah adalah cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam penyajiannya.
Kebanyakan anak-anak tertarik menyedot minuman dengan sedotan. Smoothie dari toko sering dibuat dengan banyak tambahan gula. Untuk menu yang lebih sehat, buatlah sendiri di rumah.
Brokoli & sayuran lain
Siram dengan saus keju. Menambahkan keju di atas sayuran seperti brokoli, kembang kol, atau kubis membantu meluluhkan rasa yang membuat anak malas memakannya. Memang, keju umumnya mengandung lebih banyak kalori dan lemak jenuh ketimbang produk susu rendah lemak. Tapi, keju juga memberikan sedikit kalsium.
Kuncinya adalah menambahkan keju hanya untuk membuat rasa sayuran enak, tidak menghilangkan kalori dan lemak sayuran.
Susu
Tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang tersedia dalam susu.
Dengan atau tanpa rasa, susu memberikan kalsium (1 cangkir menyediakan sepertiga dari kebutuhan sehari-hari), vitamin D, riboflavin, niasin, fosfor, dan protein.
Cokelat susu memang mengandung gula tambahan, tapi minuman susu dengan rasa tidak berarti Anda tidak bisa menambahkan gula diet buat anak-anak.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Dietetic Association, anak yang minum susu dengan rasa dapat asupan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidak minum susu tanpa rasa.










