Sejarah & Perkembangan
Pencak Silat
Selasa, 11-10-2011 05:15 | Kategori: Direktori | Dibaca 4963 kali | Komentar : 0
Pencak Silat (sp+) Berita Terkait
DI abad 7 Masehi, suku-suku asli Indonesia menggunakan ilmu bela diri untuk berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, tombak.
Tradisi pencak silat disebar secara lisan dari mulut ke mulut. Diajarkan dari guru ke murid. Karenanya, sejarah silat sulit ditemukan.
Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Di Minangkabau, misalnya, silat diciptakan Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad 11. Kemudian silat dibawa dan dikembangkan para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara.
Donald Frederick Draeger, ilmuan seni bela diri asal AS, menyatakan bukti adanya seni bela diri dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan pada masa Hindu-Budha.
Pahatan relief berisikan kuda-kuda silat di Candi Prambanan dan Borobudur. Dalam bukunya, Draeger menuliskan seni pencak silat bukan hanya mengolah tubuh dengan kuda-kuda plus senjata, tapi juga pada hubungan spiritual terkait erat kebudayaan Indonesia.
Sementara Sheik Shamsuddin beranggapan seni pencak silat juga bermuatan unsur budaya China dan India. Ia beranggapan pada mulanya kebudayaan Melayu dibawa para perantau dari China dan India.
Pencak silat dikembangkan bersamaan penyebaran agama di pesantren pada abad 14, lalu berkembang jadi seni tari rakyat dan bagian dari pendidikan bela negara menghadapi penjajah saat itu.
Kini, pencak silat sudah diakui dunia sebagai kebudayaan Indonesia. Dan, Indonesia pun telah mengajukan kepada UNESCO agar pencak silat disahkan sebagai kebudayaan Indonesia.
Makin lama keaslian gerak pencak silat makin luntur sehingga kian banyak pesilat yang hanya menguasai unsur olahraganya. Gerakannya makin tak terkendali. Tak ubahnya pendekar dari seni bela diri yang lain. Contohnya, tendangan 'T' (lurus ke samping) dan acung (lurus ke depan) di pencak silat mirip dengan keikome geri dan mae geri di karate.
Secara kasat mata memang masih ada perbedaan, yakni pencak silat yang didominasi gerakan mirip tarian dab pada bela diri yang lain dominan dengan gerakan keras sejak awal hingga selesai.
Karena itu, pengurus daerah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) di seluruh Tanah Air tak bosan mengingatkan perguruan pencak silat.
Arena pertandingan (gelanggang)
Pencak silat bisa dilakukan di lantai atau di panggung dan dilapisi matras yang rata dengan tebal maksimum 5 cm, ditutup alas yang tidak licin berukuran 9 x 9 m.
Untuk bidang pertandingan berbentuk segi empat bujur sangkar 7 x 7 m. Gelanggang berbentuk lingkaran di bidang arena. Batas gelanggang dan bidang laga dibuat dengan garis selebar ke arah luar 5 cm dan berwarna kontras.
Pada bagian tengah bidang laga dibuat lingkaran dengan garis tengah 2 m selebar 5 cm sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan. Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar yang berhadapan dan dibatasi lingkaran bidang laga. Sudut yang berhadapan lainnya adalah sudut netral.
Perlengkapan gelanggang
1. Ember, gelas, kain pel, keset dari ijuk
2. Jam pertandingan/game match
3. Gong atau alat yang berfungsi sama
4. Lampu babak atau tanda lain untuk menentukan ronde/babak
5. Lampu pemenang berwarna merah dan biru atau alat/kode lain untuk menentukan pemenang
6. Perlengkapan lain-lain
7. Formulir pertandingan
Perlengkapan pertandingan
1. Pakaian pencak silat berwarna hitam
2. Pelindung badan
3. Pelindung kemaluan
Waktu pertandingan
Dilaksanakan dalam 3 babak. Setiap babak terdiri atas 2 menit. Waktu istirahat tiap babak 1 menit. Ketika wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding. Perhitungan pemain yang jatuh karena serangan yang sah tidak termasuk dalam waktu bertanding.
Sasaran
Sasaran dalam pertandingan pencak silat meliputi semua bagian tubuh kecuali leher ke atas dan kemaluan. Setiap pertandingan dipimpin 1 orang wasit dan dibantu 5 juri nilai.
Pembagian kelas
Menurut umur, peserta dibagi 3 golongan:
-Golongan remaja berumur 14-17
-Golongan teruna berumur 17-21
-Golongan dewasa berumur 21-35
Menurut berat badan, pesilat dibagi dalam kelas-kelas:
Golongan remaja:
Kelas A, 33–39 kg
Kelas B, 36–39 kg
Kelas C, 39–42 kg
Kelas D, 42–45 kg
Kelas E, 45–48 kg
Kelas F, 48–51 kg
Kelas G, 51–54 kg
Kelas H, 54–57 kg
Kelas I, 57–60 kg
Golongan taruna:
Kelas A, 40–45 kg
Kelas B, 45–50 kg
Kelas C, 50–55 kg
Kelas D, 55–60 kg
Kelas E, 60–65 kg
Kelas F, 65–70 kg
Kelas G, 70–75 kg
Kelas H, 75–80 kg
Dan seterusnya selisih 5 kg
Kelas bebas, berat di atas 65 kg
Kategori pencak silat di antaranya:
- Kategori tanding
- Kategori tunggal
- Kategori ganda
- Kategori regu
Peraih medali Kejuaraan Dunia 2010 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, 12-17 Desember 2010:
1. Vietnam (16)
2. Indonesia (15)
3. Malaysia (15)
4. Singapura (13)
5. Thailand (8)
6. Belanda (7)
7. Uzbekistan (7)
8. Filipina (7)
9. Iran (6)
10. Australia (5)
11. Azerbaijan (3)
12. Brunei Darussalam (3)
13. India (2)
14. Rusia (2)
15. Saudi Arabia (2)
16. Belgia (1)
17. Prancis (1)
18. Pakistan (1)
19. Afrika Selatan (1)
20. Korea Selatan (1)
21. Swiss (1)
22. Ukraina (1)
23. Inggris (1)
24. Amerika Serikat (1)










